Style Options



Close X
2023-11-30

Teknik Menyambung Benang

Teknik menyambung benang

Selain dari system penomoran benang, dalam persiapan pertenunan juga terdapat teknik penyambungan benang. Penyambungan dapat dilakukan dengan tangan atau dapat pula dengan alat penyambung. Penyambungan dengan tangan dilakukan dengan cara menyambungkan tiap helai ujung benang satu per satu dari mulai sisi sebelah kanan hingga semua benang habis tersambung. Bentuk simpul yang biasa dipergunakan adalah bentuk weaver knot atau bentuk lilitan dengan mempergunakan minyak. Cara yang terakhir ini biasa dilakukan pada benang lusi yang halus. Sedangkan untuk benang-benang yang kasar biasa dilakukan penyambungan. Cara lain penyambungan dapat pula dilakukan dengan mempergunakan dengan alat weaver knotter. Cara ini penyambungan akan lebih cepat serta menghasilkan sambungan yang ujung-ujungnya relatif lebih rendah dan sama panjang. Pada penyambungan benang hendaknya diusahakan ujung-ujungnya agar sependek mungkin sehingga mempermudah proses jalannya benang pada waktu penarikan melewati dropper, mata gun dan sisir tenun. Penarikan hendaknya dilakukan dengan hati-hati agar supaya lilitan atau sambungan tidak terlepas kembali.. Proses penarikan dianggap cukup jika simpul-simpul sambungan semuanya telah melewati penjepit kain.(ring staple).

Sistem penyambungan dilihat dari prosesnya terbagi 3 macam yaitu :
1. Sistempenyambungan benang dengan tangan
a. Sambungan berbutir (spot knotted)
Biasanya sambungan ini diterapkan pada benang filamen. Kelemahan sambungan ini adalah mudah lepas kembali pada saat ditarik, karena ujung sambungan kurang panjang, atau benang yang licin, atau dalam penyambungan benang dengan nomer yang berbeda.
b. Sambungan pilinan
Sifatnya hanya sementara saja, digunakan pada mesin tenun yang memakai 2 boom / jacquard berfungsi untuk melewatkan lusi dari beam ke sisir tenun (reed).

c. Sambungan mati
Sambungan ini hanya digunakan untuk menyambung benang dengan nomer yang sama, khususnya untuk benang filamen. Sambungan ini tidaklah stabil
sehingga mudah menimbulkan gaya torsi pada saat-saat ada tegangan yang akan mengganggu dalam proses pertenunan.
Gambar proses penyambungan benang

 

 

d. Sambungan tenun (weave knot)
Jenis sambungan ini adalah jenis sambungan yang sering digunakan pada proses pertenunan. Ada beberapa jenis sambungan tenun yang disesuaikan dengan sifat dan bahan dari benang tersebut. Jenis sambungan tersebut adalah:
1. Sambungan tenun untuk benang staple. 
2. Sambungan tenun untuk benang wool.
3. Sambungan tenun untuk benang filamen. 

 

banner